Kontras.net

TMMD Ke -120 Bangkitkan Kembali Sejarah Pahlawan Teuku Umar

Aceh Barat – TMMD (TNI Manunggal Masuk Desa) Komando Distrik Militer (Kodim) 0105 Aceh Barat yang ke-120 tahun 2024 di Fokus pada akselerasi perbaikan akses menuju cagar budaya dan wisata sejarah pahlawan Teuku Umar.

Komandan Kodim (Dandim) 0105 Aceh Barat, Letkol Inf Hendra Mirza, S.E.,M.Si. memaparkan, program TMMD yang setiap tahun dilaksanakan pada tahun 2024 difokuskan pada akselerasi lokasi wisata dan cagar budaya.

” Saya ceritakan sedikit TMMD ini adalah salah satu metode bakti TNI dalam hal mendukung percepatan ataupun akselerasi pembangunan di daerah untuk sebesar-besarnya memajukan kemakmuran masyarakat di wilayah perdesaan dan terpencil.” Paparnya. Hendra Mirza, Dandim Aceh Barat. Senin (15/05/2024)

Hendra Mirza, menjelaskan. Pelaksanaan TMMD tersebut dalam hal ini kita kegiatan tersebut dilaksanakan di Kecamatan Paton Reu, salah satu desa yang mana kesulitan utama dari desa tersebut adalah sulitnya distribusi dari tempat pengambilan bahan baku menuju ke tempat penjualan.

Jarak jalan yang akan kita perlebar di daerah tersebut, kemudian kita lakukan pengerasan sejauh 4,9 KM, dan saat ini yang dapat kami laporkan progres sudah hampir 30% dari 1 bulan perencanaan kegiatan dan sudah dilaksanakan selama 5 hari. Insya Allah target akan tercapai dengan program waktu yang sudah ditentukan.

Lebih lanjut Hendra Mirza, menerangkan. Kemudian beberapa manfaat dari program TMMD yang dapat kami sampaikan, selain melakukan tugas pokok untuk melebarkan jalan kemudian memberikan pengerasan itu juga ada manfaat lain dimana kita melakukan rehab terhadap rumah masyarakat di desa setempat yang sudah kami koordinasikan dengan aparat pemerintahan desa yang akan kami perbaiki agar rumah tersebut lebih layak untuk dihuni nantinya.

Kemudian, Sambungnya Hendra Mirza, manfaat berikutnya yang akan kami berikan kepada masyarakat, kami juga membuat tiga titik air yang kami bagikan pada unsur keagamaan, seperti ke Pondok Pesantren, tempat desa yang membutuhkan dan satu spot lagi ke daerah tempat masyarakat yang memang sampai saat ini untuk mencari airnya susah untuk diakses.

Kami juga melakukan Bakti Sosial, Pengobatan terhadap masyarakat, dan bekerja sama dengan dinas sosial memberikan sembako murah kepada masyarakat yang kami perkirakan sangat besar dampaknya kepada masyarakat tersebut.

Selain itu ada sasaran fisik yang akan kita lakukan, lebih kepada penyuluhan bagaimana dampak Stanting, kemudian apa bahaya stannting dan bagaimana cara mencegah stanting itu terjadi sehingga masyarakat bisa mengantisipasinya bisa memperbaikinya dan ke depan Indonesia ini menuju kepada Indonesia emas 2045.

Makam Teuku Umar itu sudah menjadi Desa budaya namun secara umum dapat kami sampaikan gaungnya belum terdengar sampai ke provinsi maupun skala nasional. Kemudian mungkin ada penjualan souvenir yang menjadi khas dari wilayah kita sehingga apabila ada wisatawan yang berkunjung itu selain daripada wisata religi melihat makam ziarah dan lain sebagainya juga ada yang dapat diambil manfaatnya dengan mereka membaca buku tentang literatur budaya kita khususnya perjuangan Teuku Umar. Ajaknya, Hendra Mirza.

Kegiatan ini telah diserahkan kepada TNI dan melibatkan unsur polri, pemerintahan dan bersama-sama dengan masyarakat untuk kita membangun daerah kita untuk kemajuan masyarakat dan akan dikembalikan kepada masyarakat desa tersebut.

Harapannya, Hendra Mirza. Membangun daerah dengan kapasitas masing-masing agar kemakmuran masyarakat itu tidak hanya menjadi selogan, kita harus berbuat, dengan aksi aksi yang nyata tentunya, untuk menuju negara besar Indonesia emas 2045 dan menuju Indonesia yang berdaulat sepenuhnya. Pungkasnya, Dandim 0105/Aceh Barat.

TMMD Ke -120 Bangkitkan Kembali Sejarah Pahlawan Teuku Umar

Aceh Barat – TMMD (TNI Manunggal Masuk Desa) Komando Distrik Militer (Kodim) 0105 Aceh Barat yang ke-120 tahun 2024 di Fokus pada akselerasi perbaikan akses menuju cagar budaya dan wisata sejarah pahlawan Teuku Umar.

Komandan Kodim (Dandim) 0105 Aceh Barat, Letkol Inf Hendra Mirza, S.E.,M.Si. memaparkan, program TMMD yang setiap tahun dilaksanakan pada tahun 2024 difokuskan pada akselerasi lokasi wisata dan cagar budaya.

” Saya ceritakan sedikit TMMD ini adalah salah satu metode bakti TNI dalam hal mendukung percepatan ataupun akselerasi pembangunan di daerah untuk sebesar-besarnya memajukan kemakmuran masyarakat di wilayah perdesaan dan terpencil.” Paparnya. Hendra Mirza, Dandim Aceh Barat. Senin (15/05/2024)

Hendra Mirza, menjelaskan. Pelaksanaan TMMD tersebut dalam hal ini kita kegiatan tersebut dilaksanakan di Kecamatan Paton Reu, salah satu desa yang mana kesulitan utama dari desa tersebut adalah sulitnya distribusi dari tempat pengambilan bahan baku menuju ke tempat penjualan.

Jarak jalan yang akan kita perlebar di daerah tersebut, kemudian kita lakukan pengerasan sejauh 4,9 KM, dan saat ini yang dapat kami laporkan progres sudah hampir 30% dari 1 bulan perencanaan kegiatan dan sudah dilaksanakan selama 5 hari. Insya Allah target akan tercapai dengan program waktu yang sudah ditentukan.

Lebih lanjut Hendra Mirza, menerangkan. Kemudian beberapa manfaat dari program TMMD yang dapat kami sampaikan, selain melakukan tugas pokok untuk melebarkan jalan kemudian memberikan pengerasan itu juga ada manfaat lain dimana kita melakukan rehab terhadap rumah masyarakat di desa setempat yang sudah kami koordinasikan dengan aparat pemerintahan desa yang akan kami perbaiki agar rumah tersebut lebih layak untuk dihuni nantinya.

Kemudian, Sambungnya Hendra Mirza, manfaat berikutnya yang akan kami berikan kepada masyarakat, kami juga membuat tiga titik air yang kami bagikan pada unsur keagamaan, seperti ke Pondok Pesantren, tempat desa yang membutuhkan dan satu spot lagi ke daerah tempat masyarakat yang memang sampai saat ini untuk mencari airnya susah untuk diakses.

Kami juga melakukan Bakti Sosial, Pengobatan terhadap masyarakat, dan bekerja sama dengan dinas sosial memberikan sembako murah kepada masyarakat yang kami perkirakan sangat besar dampaknya kepada masyarakat tersebut.

Selain itu ada sasaran fisik yang akan kita lakukan, lebih kepada penyuluhan bagaimana dampak Stanting, kemudian apa bahaya stannting dan bagaimana cara mencegah stanting itu terjadi sehingga masyarakat bisa mengantisipasinya bisa memperbaikinya dan ke depan Indonesia ini menuju kepada Indonesia emas 2045.

Makam Teuku Umar itu sudah menjadi Desa budaya namun secara umum dapat kami sampaikan gaungnya belum terdengar sampai ke provinsi maupun skala nasional. Kemudian mungkin ada penjualan souvenir yang menjadi khas dari wilayah kita sehingga apabila ada wisatawan yang berkunjung itu selain daripada wisata religi melihat makam ziarah dan lain sebagainya juga ada yang dapat diambil manfaatnya dengan mereka membaca buku tentang literatur budaya kita khususnya perjuangan Teuku Umar. Ajaknya, Hendra Mirza.

Kegiatan ini telah diserahkan kepada TNI dan melibatkan unsur polri, pemerintahan dan bersama-sama dengan masyarakat untuk kita membangun daerah kita untuk kemajuan masyarakat dan akan dikembalikan kepada masyarakat desa tersebut.

Harapannya, Hendra Mirza. Membangun daerah dengan kapasitas masing-masing agar kemakmuran masyarakat itu tidak hanya menjadi selogan, kita harus berbuat, dengan aksi aksi yang nyata tentunya, untuk menuju negara besar Indonesia emas 2045 dan menuju Indonesia yang berdaulat sepenuhnya. Pungkasnya, Dandim 0105/Aceh Barat.

BACA JUGA