Kontras.net

Larang Gelar Takbir Keliling, Pj Wali Kota Lhokseumawe Disebut Anti Kumandang Takbir

Lhokseumawe – Warga Kota Lhokseumawe menyayangkan larangan oleh Penjabat Wali Kota, Imran, untuk tidak ada takbiran keliling pada malam menjelang Hari Raya Lebaran 2023.

Surat itu di edaran Walikota Lhokseumawe, No 451.13/26/SE/2023 yang mana pada melarang takbiran keliling di jalan raya dengan menggunakan kendaraan bermotor.

Keputusan tersebut banyak menuai komentar dari tokoh masyarakat. Salah satunya, Sofyan selaku tokoh masyarakat asli kota Lhokseumawe.

Menurut, Sofyan kebijakan yang dilakukan pemerintah kota Lhokseumawe tersebut, seperti memutus tradisi perayaan penyambutan Idulfitri di Bumi Serambi mekkah dan menggangu kearifan lokal, dimana berdasarkan qanun syariat Islam no 8 tahun 2014 tentang pokok- pokok syariat Islam di Aceh, yang jelas mengatur secara gamblang tentang mensyiarkan syariat Islam di Aceh.

“Kita dikejutkan dengan surat edaran yang mana Pj Walikota Lhokseumawe meniadakan takbiran di kota Lhokseumawe, seharusnya dapat dijelaskan alasan yang kuat sehingga menyebabkan tidak diadakannya takbiran keliling” katanya saat dihubungi pewarta Media , Selasa (18/4).

Takbiran keliling, kata Sofyan, merupakan salah satu cara dalam memproklamirkan syair kemenangan kaum muslim pada Hari Raya Idulfitri.

“Saya pikir, Pak PJ Walikota Lhokseumawe tidak layak untuk melanjutkan kepemimpinan beliau di kota lhokseumawe, sebab menurut catatan saya lebih kurang 8 bulan kepemimpinnya Pak PJ Walikota Lhokseumawe hanya mampu membuat kegaduhan” tegas Sofyan.

Padahal kita baru keluar beberapa zona dari konflik hingga sampai wabah covid yang mana seharusnya PJ walikota kita memberikan harapan baru bagi masyarakat Lhokseumawe.

“Sangat disayangkan beliau orang yang berpendidikan tetapi pada kenyataannya tidak  juga dapat menjadi harapan rakyat” tutupnya.

Sofyan juga sempat menulis kritikan di Status Whatsapp pribadinya dengan menyebutkan Pj. Walikota Lhokseumawe anti kumandang takbir di malam lebaranKeputusan tersebut banyak menuai komentar dari tokoh masyarakat. Salah satunya, Sofyan selaku tokoh masyarakat asli kota Lhokseumawe..

Larang Gelar Takbir Keliling, Pj Wali Kota Lhokseumawe Disebut Anti Kumandang Takbir

Lhokseumawe – Warga Kota Lhokseumawe menyayangkan larangan oleh Penjabat Wali Kota, Imran, untuk tidak ada takbiran keliling pada malam menjelang Hari Raya Lebaran 2023.

Surat itu di edaran Walikota Lhokseumawe, No 451.13/26/SE/2023 yang mana pada melarang takbiran keliling di jalan raya dengan menggunakan kendaraan bermotor.

Keputusan tersebut banyak menuai komentar dari tokoh masyarakat. Salah satunya, Sofyan selaku tokoh masyarakat asli kota Lhokseumawe.

Menurut, Sofyan kebijakan yang dilakukan pemerintah kota Lhokseumawe tersebut, seperti memutus tradisi perayaan penyambutan Idulfitri di Bumi Serambi mekkah dan menggangu kearifan lokal, dimana berdasarkan qanun syariat Islam no 8 tahun 2014 tentang pokok- pokok syariat Islam di Aceh, yang jelas mengatur secara gamblang tentang mensyiarkan syariat Islam di Aceh.

“Kita dikejutkan dengan surat edaran yang mana Pj Walikota Lhokseumawe meniadakan takbiran di kota Lhokseumawe, seharusnya dapat dijelaskan alasan yang kuat sehingga menyebabkan tidak diadakannya takbiran keliling” katanya saat dihubungi pewarta Media , Selasa (18/4).

Takbiran keliling, kata Sofyan, merupakan salah satu cara dalam memproklamirkan syair kemenangan kaum muslim pada Hari Raya Idulfitri.

“Saya pikir, Pak PJ Walikota Lhokseumawe tidak layak untuk melanjutkan kepemimpinan beliau di kota lhokseumawe, sebab menurut catatan saya lebih kurang 8 bulan kepemimpinnya Pak PJ Walikota Lhokseumawe hanya mampu membuat kegaduhan” tegas Sofyan.

Padahal kita baru keluar beberapa zona dari konflik hingga sampai wabah covid yang mana seharusnya PJ walikota kita memberikan harapan baru bagi masyarakat Lhokseumawe.

“Sangat disayangkan beliau orang yang berpendidikan tetapi pada kenyataannya tidak  juga dapat menjadi harapan rakyat” tutupnya.

Sofyan juga sempat menulis kritikan di Status Whatsapp pribadinya dengan menyebutkan Pj. Walikota Lhokseumawe anti kumandang takbir di malam lebaranKeputusan tersebut banyak menuai komentar dari tokoh masyarakat. Salah satunya, Sofyan selaku tokoh masyarakat asli kota Lhokseumawe..

BACA JUGA