/

150 Warga Rohingya Mendarat di Perairan Aceh Barat

Meulaboh- Kontras.Net | Warga Etnis Rohingya yang di temukan oleh nelayan di Aceh Barat berasal dari camp Malaysia, ada 150 jiwa yang berada di kapal tersebut, Rabu (20/3/2024).

Menurut keterangan Salim (34) salah satu Warga Etnis Rohingya yang diselamatkan oleh nelayan, mengatakan dirinya berada di kapal sudah 24 hari sejak mereka berangkat dari camp Malaysia

“Ada 150 orang yang berada di kapal sebelumnya, karena kapal karam tinggal 96 sedangkan 54 orang lagi meninggal dunia,” kata Salim pada saat itu berbicara bahasa Indonesia saat ditanya anteroaceh.com.

Salim mengaku dirinya pernah pergi ke Aceh, dari Aceh ke Malaysia mereka harus membayar 1 per orang. Persoalan kapalnya karam diakibatkan badai yang cukup kencang sehingga membuat mereka kesulitan untuk berenang.

“Didalam kapal ada anak-anak berjumlah 24 orang, kemudian selebihnya orang dewasa sudah banyak yang sudah meninggal karena tidak tahan menahan ombak dan angin kencang,”ujar Salim.

Adapun yang di selamatkan oleh nelayan berjumlah 6 orang yakni salim(34), Rofika (14), Rufuia (15),Afsahbibie (16), Zahid Husene (18),Najuma (14), sementara yang lainnya masih di laut diatas kapal karam.

Baca Juga :  Ini Pesan Deputi III Kemenko Terkait Penanganan Preventif Untuk Pilkada 2024

Bagikan

TINGGALKAN BALASAN

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TINGGALKAN BALASAN

INDEKS

REKOMENDASI

Terpopuler

1
2
3
4
5

150 Warga Rohingya Mendarat di Perairan Aceh Barat

Meulaboh- Kontras.Net | Warga Etnis Rohingya yang di temukan oleh nelayan di Aceh Barat berasal dari camp Malaysia, ada 150 jiwa yang berada di kapal tersebut, Rabu (20/3/2024).

Menurut keterangan Salim (34) salah satu Warga Etnis Rohingya yang diselamatkan oleh nelayan, mengatakan dirinya berada di kapal sudah 24 hari sejak mereka berangkat dari camp Malaysia

“Ada 150 orang yang berada di kapal sebelumnya, karena kapal karam tinggal 96 sedangkan 54 orang lagi meninggal dunia,” kata Salim pada saat itu berbicara bahasa Indonesia saat ditanya anteroaceh.com.

Salim mengaku dirinya pernah pergi ke Aceh, dari Aceh ke Malaysia mereka harus membayar 1 per orang. Persoalan kapalnya karam diakibatkan badai yang cukup kencang sehingga membuat mereka kesulitan untuk berenang.

“Didalam kapal ada anak-anak berjumlah 24 orang, kemudian selebihnya orang dewasa sudah banyak yang sudah meninggal karena tidak tahan menahan ombak dan angin kencang,”ujar Salim.

Adapun yang di selamatkan oleh nelayan berjumlah 6 orang yakni salim(34), Rofika (14), Rufuia (15),Afsahbibie (16), Zahid Husene (18),Najuma (14), sementara yang lainnya masih di laut diatas kapal karam.

Baca Juga :  PBNU Yakin Komitmen Netralitas Polri dalam Pemilu

Tag

Bagikan :

TINGGALKAN BALASAN

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TINGGALKAN BALASAN

REKOMENDASI

Terpopuler

1
2
3
4
5