Kontras.net

Disperindag Lhokseumawe Awasi Pedagang Jelang Idhul Adha

Lhokseumawe, Kontras.net | Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TIPD) Kota Lhokseumawe melakukan sidak harga jelang Hari Raya Idul Adha guna memastikan stabilitas harga barang kebutuhan pokok dan bahan pangan di pasar-pasar tradisional dan modern. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idul Adha.

Sidak ini dipimpin langsung oleh Asisten II Setdako Lhokseumawe DR. Ir. Tgk. H. Anwar Ali, ,ST, MT, M.Ag, IPU.AER dan juga turut dihadiri oleh perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Lhokseumawe, Kodim 0103 Aceh Utara, Polres Lhokseumawe, Bulog Subdivisi Regional Lhokseumawe, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Pangan, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Lhokseumawe.

Pada sidak kali ini, tim TIPD Lhokseumawe melakukan pengecekan harga terhadap beberapa komoditas penting seperti beras, daging sapi, daging kambing, sayuran, dan bahan makanan lainnya yang menjadi kebutuhan utama selama perayaan Idul Adha. Tim juga memastikan ketersediaan stok barang yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

”Alhamdulillah dari segi ketersediaan masih aman terkendali. Kita tanyakan kepada pedagang barang-barang yang dibutuhkan mudah didapatkan. Dalam hal ini sembako harganya masih normal dan malah cenderung turun misalnya harga gula dan minyak. Yang sedikit mengalami kenaikan seperti sayur-sayuran itu meliputi seperti cabe dan bawang mengalami kenaikan 20 hingga 30 persen” Ujar Mohammad Rizal, S.Sos, M.S.I, Kadis Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Lhokseumawe.

Lebih lanjut, Rizal mengatakan bahwa hari hasil pemantauan tersebut, ditemukan bahwa kenaikan harga sembako masih dalam rentang yang wajar dan sejalan dengan fluktuasi pasar yang umum terjadi sepertinya tingginya permintaan masyarakat dan ketersediaan stok yang kurang padahal sudah didatangkan dari Takengon maupun Berastagi.

”Misalnya harga cabai dari 28ribu menjadi 38 hingga 40ribu. Tomat dari 8ribu menjadi 10ribu. Ini bisa dimaklumi karena kondisi permintaan yang meningkatkan. Apalagi pada saat hari raya idul adha ini hampir seluruh masyarakat kita ini mengkonsumsi daging” Tambah Rizal.

Meskipun terjadi kenaikan harga, Pemerintah Kota Lhokseumawe tetap berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan sembako yang memadai bagi masyarakat. Rizal juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak terpengaruh oleh spekulasi harga yang tidak rasional dan tetap membeli sembako dengan bijak.

”Saya himbau kepada seluruh pedagang agar tidak melakukan praktik penimbunan atau kenaikan harga yang tidak wajar menjelang Hari Raya Idul Adha. Bagi Masyarakat silakan laporkan jika menemukan praktik penimbunan, penyelewengan harga, atau kelangkaan barang” Tutup Rizal.

Disperindag Lhokseumawe Awasi Pedagang Jelang Idhul Adha

Lhokseumawe, Kontras.net | Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TIPD) Kota Lhokseumawe melakukan sidak harga jelang Hari Raya Idul Adha guna memastikan stabilitas harga barang kebutuhan pokok dan bahan pangan di pasar-pasar tradisional dan modern. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idul Adha.

Sidak ini dipimpin langsung oleh Asisten II Setdako Lhokseumawe DR. Ir. Tgk. H. Anwar Ali, ,ST, MT, M.Ag, IPU.AER dan juga turut dihadiri oleh perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Lhokseumawe, Kodim 0103 Aceh Utara, Polres Lhokseumawe, Bulog Subdivisi Regional Lhokseumawe, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Pangan, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Lhokseumawe.

Pada sidak kali ini, tim TIPD Lhokseumawe melakukan pengecekan harga terhadap beberapa komoditas penting seperti beras, daging sapi, daging kambing, sayuran, dan bahan makanan lainnya yang menjadi kebutuhan utama selama perayaan Idul Adha. Tim juga memastikan ketersediaan stok barang yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

”Alhamdulillah dari segi ketersediaan masih aman terkendali. Kita tanyakan kepada pedagang barang-barang yang dibutuhkan mudah didapatkan. Dalam hal ini sembako harganya masih normal dan malah cenderung turun misalnya harga gula dan minyak. Yang sedikit mengalami kenaikan seperti sayur-sayuran itu meliputi seperti cabe dan bawang mengalami kenaikan 20 hingga 30 persen” Ujar Mohammad Rizal, S.Sos, M.S.I, Kadis Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Lhokseumawe.

Lebih lanjut, Rizal mengatakan bahwa hari hasil pemantauan tersebut, ditemukan bahwa kenaikan harga sembako masih dalam rentang yang wajar dan sejalan dengan fluktuasi pasar yang umum terjadi sepertinya tingginya permintaan masyarakat dan ketersediaan stok yang kurang padahal sudah didatangkan dari Takengon maupun Berastagi.

”Misalnya harga cabai dari 28ribu menjadi 38 hingga 40ribu. Tomat dari 8ribu menjadi 10ribu. Ini bisa dimaklumi karena kondisi permintaan yang meningkatkan. Apalagi pada saat hari raya idul adha ini hampir seluruh masyarakat kita ini mengkonsumsi daging” Tambah Rizal.

Meskipun terjadi kenaikan harga, Pemerintah Kota Lhokseumawe tetap berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan sembako yang memadai bagi masyarakat. Rizal juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak terpengaruh oleh spekulasi harga yang tidak rasional dan tetap membeli sembako dengan bijak.

”Saya himbau kepada seluruh pedagang agar tidak melakukan praktik penimbunan atau kenaikan harga yang tidak wajar menjelang Hari Raya Idul Adha. Bagi Masyarakat silakan laporkan jika menemukan praktik penimbunan, penyelewengan harga, atau kelangkaan barang” Tutup Rizal.

BACA JUGA