Kontras.net

Tidak Difungsikan, DPRK Lhokseumawe Sebut Proyek Pasar Kuliner Abal-Abal

Lhokseumawe| Anggota Komisi C DPRK Lhokseumawe, H Masykurdin El-Ahmady, SPdI, memberikan kritikan terkait proyek Pembangunan Pusat Jajanan dan Kuliner di Gampong Paloh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe.

Masykurdin El-Ahmady, SPdI mengatakan bahwa proyek pasar kuliner yang baru saja selesai dikerjakan masa Imran menjabat Pj Wali Kota Lhokseumawe adalah proyek Abal-abal.

“Dulu kita sering mendengar dan mengkritik bangunan mangkrak yang terjadi di era rezim sebelumnya, tapi hari ini pasar kuliner yang dibangun di Kecamatan Muara Satu adalah salah satu calon bangunan mangkrak di tahun 2023. Karena semenjak selesai dibangun dari tahun 2022 sampai hari ini belum bisa difungsikan karena pembangunannya abal-abal,” ujar Masykurdin dengan lantang melalui pesan WhatsApp, Senin 21 Agustus 2023.

Hasil penelusuran laman LPSE Kota Lhokseumawe, proyek tempat jajanan kuliner tersebut dimenangkan oleh CV. Berkah Usaha Mandiri yang beralamat di Banda Aceh, dengan anggaran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA 2022) senilai Rp. 2.2 Miliar lebih.

Meski anggaran Rp2,2 miliar telah terkuras, dan digelontorkan untuk membangun Pasar Jajanan dan Kuliner tersebut, namun hingga kini pasar tersebut belum juga difungsikan. Tragisnya, saat ini sarana tersebut malah dibiarkan terbengkalai setelah dikerjakan.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI temukan masalah di Proyek Pasar Kuliner Lhokseumawe.

BPK RI menemukan menemukan adanya kekurangan volume pekerjaan dan ketidaksesuaian kelebihan pembayaran Rp231 juta lebih di Proyek Pembangunan Pusat Jajanan dan Kuliner di Gampong Paloh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe. Sejauh ini belum ada kabar ada pengembalian oleh rekanan CV. Berkah Usaha Mandiri yang beralamat di Banda Aceh tersebut.

Tidak Difungsikan, DPRK Lhokseumawe Sebut Proyek Pasar Kuliner Abal-Abal

Lhokseumawe| Anggota Komisi C DPRK Lhokseumawe, H Masykurdin El-Ahmady, SPdI, memberikan kritikan terkait proyek Pembangunan Pusat Jajanan dan Kuliner di Gampong Paloh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe.

Masykurdin El-Ahmady, SPdI mengatakan bahwa proyek pasar kuliner yang baru saja selesai dikerjakan masa Imran menjabat Pj Wali Kota Lhokseumawe adalah proyek Abal-abal.

“Dulu kita sering mendengar dan mengkritik bangunan mangkrak yang terjadi di era rezim sebelumnya, tapi hari ini pasar kuliner yang dibangun di Kecamatan Muara Satu adalah salah satu calon bangunan mangkrak di tahun 2023. Karena semenjak selesai dibangun dari tahun 2022 sampai hari ini belum bisa difungsikan karena pembangunannya abal-abal,” ujar Masykurdin dengan lantang melalui pesan WhatsApp, Senin 21 Agustus 2023.

Hasil penelusuran laman LPSE Kota Lhokseumawe, proyek tempat jajanan kuliner tersebut dimenangkan oleh CV. Berkah Usaha Mandiri yang beralamat di Banda Aceh, dengan anggaran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA 2022) senilai Rp. 2.2 Miliar lebih.

Meski anggaran Rp2,2 miliar telah terkuras, dan digelontorkan untuk membangun Pasar Jajanan dan Kuliner tersebut, namun hingga kini pasar tersebut belum juga difungsikan. Tragisnya, saat ini sarana tersebut malah dibiarkan terbengkalai setelah dikerjakan.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI temukan masalah di Proyek Pasar Kuliner Lhokseumawe.

BPK RI menemukan menemukan adanya kekurangan volume pekerjaan dan ketidaksesuaian kelebihan pembayaran Rp231 juta lebih di Proyek Pembangunan Pusat Jajanan dan Kuliner di Gampong Paloh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe. Sejauh ini belum ada kabar ada pengembalian oleh rekanan CV. Berkah Usaha Mandiri yang beralamat di Banda Aceh tersebut.

BACA JUGA