Kontras.net

Jurnalis Kontras.Net Berikan Edukasi Politik di Universitas Syiah Kuala

Banda Aceh, Kontras.Net | Mohd Rendi Febriansyah, wartawan Kontras.net menyebut, mahasiswa dan pemuda harus mengambil peran penting dalam Pilkada Aceh 2024 mendatang. Hal tersebut disampaikan dalam Diskusi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala, pada Selasa, (7/05/2024)

Diskusi yang diselenggarakan oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi USK itu bertajuk “Konflik Pemilu di MK dan Hasil Pemilu Serentak: Perspektif Pemuda dan Mahasiswa”.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Dr. Effendi Hasan, MA, Wakil Dekan FISIP USK. Dalam sambutannya ia menyampaikan pentingnya kajian mengenai konflik yang terjadi di pemilu 2024 sebagai sarana evaluasi untuk pilkada dan pemilu kedepan.

Tampil sebagai pemateri pertama, Mohd Rendi Febriansyah mengatakan bahwa dalam dinamika politik berbagai macam strategi dijalankan oleh aktor aktor politik, sehingga terkadang strategi tersebut dianggap kecurangan oleh lawan politiknya.

“Niccolo Machiavelli mengunkap bahwa politik itu tidak ada hubungannya dengan moral. Moral itu berbicara baik dan buruk, tapi politik berbicara menang dan kalah, apapun caranya. Itulah yang kemudian diterapkan oleh para politisi,” Kata Mahasiswa FISIP USK itu.

“Namun, sebagai muslim yang baik dan insan akademis, moral dan nilai nilai filosofis harus diterapkan dalam kehidupan politik. Jangan sampai aktor politik berlaku tidak adil dalam proses pertarungan politik. Karena adil merupakan salah satu bentuk moral dalam kehidupan manusia,” Tambahnya.

Wartawan kontras.net yang juga merupakan Komandan Brigade PII Aceh itu juga membahas mengenai gerakan sosial masyarakat khususnya mahasiswa. Gerakan sosial yang lemah kemudian menjadi faktor kenapa para politisi sangat mudah berbuat curang.

“Kenapa para politis berani berbuat curang? Karena gerakan sosial kita sudah lemah. Daya kritik dan daya melawan kita sudah tidak ada lagi, terutama mahasiswa. Kita sudah menormalisasi pelanggaran etika politik yang dilakukan oleh para politisi. Sehingga mereka berpikir tidak masalah berbuat curang, toh mahasiswa tidak berani protes,” Bahas Rendi.

Pria asal Aceh Utara tersebut juga menegaskan bahwa pemuda dan mahasiswa harus mengambil peran dalam proses Pilkada 2024 kedepan. Jangan sampai terlibat konflik yang berkepanjangan, karena hal tersebut dapat mengganggu pembangunan dan kemajuan Aceh.

“Mari kita ambil peran sebagai pemuda dan mahasiswa dalam Pilkada Aceh 2024 mendatang. Kita hindari konflik yang dapat memecah belah. Pilkada Aceh 2024, kita bikin romantis aja.” Tegas pemuda asal Aceh Utara itu.

Kegiatan tersebut diakhiri dengan penyerahan sertifikat oleh Dr. Effendi Hasan, MA kepada semua pemateri yang berjumlah 4 orang dari kalangan pemuda dan mahasiswa dari berbagai kalangan.

Jurnalis Kontras.Net Berikan Edukasi Politik di Universitas Syiah Kuala

Banda Aceh, Kontras.Net | Mohd Rendi Febriansyah, wartawan Kontras.net menyebut, mahasiswa dan pemuda harus mengambil peran penting dalam Pilkada Aceh 2024 mendatang. Hal tersebut disampaikan dalam Diskusi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala, pada Selasa, (7/05/2024)

Diskusi yang diselenggarakan oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi USK itu bertajuk “Konflik Pemilu di MK dan Hasil Pemilu Serentak: Perspektif Pemuda dan Mahasiswa”.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Dr. Effendi Hasan, MA, Wakil Dekan FISIP USK. Dalam sambutannya ia menyampaikan pentingnya kajian mengenai konflik yang terjadi di pemilu 2024 sebagai sarana evaluasi untuk pilkada dan pemilu kedepan.

Tampil sebagai pemateri pertama, Mohd Rendi Febriansyah mengatakan bahwa dalam dinamika politik berbagai macam strategi dijalankan oleh aktor aktor politik, sehingga terkadang strategi tersebut dianggap kecurangan oleh lawan politiknya.

“Niccolo Machiavelli mengunkap bahwa politik itu tidak ada hubungannya dengan moral. Moral itu berbicara baik dan buruk, tapi politik berbicara menang dan kalah, apapun caranya. Itulah yang kemudian diterapkan oleh para politisi,” Kata Mahasiswa FISIP USK itu.

“Namun, sebagai muslim yang baik dan insan akademis, moral dan nilai nilai filosofis harus diterapkan dalam kehidupan politik. Jangan sampai aktor politik berlaku tidak adil dalam proses pertarungan politik. Karena adil merupakan salah satu bentuk moral dalam kehidupan manusia,” Tambahnya.

Wartawan kontras.net yang juga merupakan Komandan Brigade PII Aceh itu juga membahas mengenai gerakan sosial masyarakat khususnya mahasiswa. Gerakan sosial yang lemah kemudian menjadi faktor kenapa para politisi sangat mudah berbuat curang.

“Kenapa para politis berani berbuat curang? Karena gerakan sosial kita sudah lemah. Daya kritik dan daya melawan kita sudah tidak ada lagi, terutama mahasiswa. Kita sudah menormalisasi pelanggaran etika politik yang dilakukan oleh para politisi. Sehingga mereka berpikir tidak masalah berbuat curang, toh mahasiswa tidak berani protes,” Bahas Rendi.

Pria asal Aceh Utara tersebut juga menegaskan bahwa pemuda dan mahasiswa harus mengambil peran dalam proses Pilkada 2024 kedepan. Jangan sampai terlibat konflik yang berkepanjangan, karena hal tersebut dapat mengganggu pembangunan dan kemajuan Aceh.

“Mari kita ambil peran sebagai pemuda dan mahasiswa dalam Pilkada Aceh 2024 mendatang. Kita hindari konflik yang dapat memecah belah. Pilkada Aceh 2024, kita bikin romantis aja.” Tegas pemuda asal Aceh Utara itu.

Kegiatan tersebut diakhiri dengan penyerahan sertifikat oleh Dr. Effendi Hasan, MA kepada semua pemateri yang berjumlah 4 orang dari kalangan pemuda dan mahasiswa dari berbagai kalangan.

BACA JUGA