/

Satgas Stunting dan PUPR Aceh Barat Bangun Komitmen
Percepatan Penurunan Stunting

Meulaboh, Kontras.Net | Satgas percepatan penurunan stunting Aceh Barat mengapresiasi kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Barat dalam mendukung penekanan dan menurunkan angka kasus stunting di kabupaten tersebut.

T. Masren sebagai Satgas Percepatan Penurunan Stunting Aceh Barat, Technical Assistant mengatakan kepada awak media selepas dari kegiatan dialog di RRI meulaboh dengan tema” Sarana Penurunan Stunting di Aceh Barat” melahirkan komitmen bersama untuk mempercepat penurunan angka stunting di Aceh Barat. Ungkap masren.

Kepala Dinas PUPR Aceh Barat DR.Kurdi, dalam hal ini telah merealisasikan 1.976 titik air bersih bagi warga miskin di daerahnya juga memburu percepatan penyelesaian pembangunan 600 jamban bagi masyarakat miskin di Aceh Barat serta untuk mempercepat proses nya PUPR juga bekerja sama dengan PDAM Aceh Barat terkait dengan Air minum. Terangnya.

Lebih lanjut Masren mengatakan bahwa, Menekan dan menurunkan kasus stunting, tidak cukup hanya dengan menjaga asupan gizi ibu hamil dan anak, namun juga ada faktor lain, seperti menetap dilingkungan sanitasi buruk dan tidak mendapat air bersih, juga beresiko anak alami stunting,imbuhnya.

kemiskinan juga menjadi salah satu indikator potensi memicu kasus stunting terjadi di tengah masyarakat miskin, bukan hanya tidak mampu terpenuhi lengkap asupan gizi bagi ibu hamil dan anak saja, namun sanitasi buruk serta tidak memperoleh air bersih juga menjadi masalah pemicu stunting,” terangnya.

Angka terbaru kasus stunting di Aceh Barat terlihat di e-PPGM Dinas Kesehatan Aceh Barat, status April 2024 turun menjadi 122 balita alami stunting.

Jika melihat data status awal Tahun 2023, mencapai 560 balita menderita stunting di Aceh Barat, tentu telah berhasil menurunkan secara signifikan kasus stunting di kabupaten tersebut.

Namun Pemerintah Aceh Barat tidak lalai, bahkan terus memacu langkah strategis menekan dan menurunkan kasus stunting di Tahun 2024, dengan telah dirancang ‘aksi serentak’ yang dijalankan oleh instansi terkait yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).

Baca Juga :  Perangi Judi Online, Korem 012/TU Gelar Pemeriksaan Handphone Usai Upacara Bendera

Tag

Bagikan

TINGGALKAN BALASAN

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TINGGALKAN BALASAN

INDEKS

REKOMENDASI

Terpopuler

1
2
3
4
5

Satgas Stunting dan PUPR Aceh Barat Bangun Komitmen
Percepatan Penurunan Stunting

Meulaboh, Kontras.Net | Satgas percepatan penurunan stunting Aceh Barat mengapresiasi kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Barat dalam mendukung penekanan dan menurunkan angka kasus stunting di kabupaten tersebut.

T. Masren sebagai Satgas Percepatan Penurunan Stunting Aceh Barat, Technical Assistant mengatakan kepada awak media selepas dari kegiatan dialog di RRI meulaboh dengan tema” Sarana Penurunan Stunting di Aceh Barat” melahirkan komitmen bersama untuk mempercepat penurunan angka stunting di Aceh Barat. Ungkap masren.

Kepala Dinas PUPR Aceh Barat DR.Kurdi, dalam hal ini telah merealisasikan 1.976 titik air bersih bagi warga miskin di daerahnya juga memburu percepatan penyelesaian pembangunan 600 jamban bagi masyarakat miskin di Aceh Barat serta untuk mempercepat proses nya PUPR juga bekerja sama dengan PDAM Aceh Barat terkait dengan Air minum. Terangnya.

Lebih lanjut Masren mengatakan bahwa, Menekan dan menurunkan kasus stunting, tidak cukup hanya dengan menjaga asupan gizi ibu hamil dan anak, namun juga ada faktor lain, seperti menetap dilingkungan sanitasi buruk dan tidak mendapat air bersih, juga beresiko anak alami stunting,imbuhnya.

kemiskinan juga menjadi salah satu indikator potensi memicu kasus stunting terjadi di tengah masyarakat miskin, bukan hanya tidak mampu terpenuhi lengkap asupan gizi bagi ibu hamil dan anak saja, namun sanitasi buruk serta tidak memperoleh air bersih juga menjadi masalah pemicu stunting,” terangnya.

Angka terbaru kasus stunting di Aceh Barat terlihat di e-PPGM Dinas Kesehatan Aceh Barat, status April 2024 turun menjadi 122 balita alami stunting.

Jika melihat data status awal Tahun 2023, mencapai 560 balita menderita stunting di Aceh Barat, tentu telah berhasil menurunkan secara signifikan kasus stunting di kabupaten tersebut.

Namun Pemerintah Aceh Barat tidak lalai, bahkan terus memacu langkah strategis menekan dan menurunkan kasus stunting di Tahun 2024, dengan telah dirancang ‘aksi serentak’ yang dijalankan oleh instansi terkait yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).

Baca Juga :  TMMD Ke -120 Bangkitkan Kembali Sejarah Pahlawan Teuku Umar

Tag

Bagikan :

TINGGALKAN BALASAN

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TINGGALKAN BALASAN

REKOMENDASI

Terpopuler

1
2
3
4
5