Kontras.net

Aktivis Thalabah Berharap Lhokseumawe Bisa Lebih Baik di Tangan Ismail A. Amanaf

Lhokseumawe | Ismail A. Manaf, yang akrab disapa Ismail, adalah tokoh berpengaruh yang berasal dari Lhokseumawe dan bertempat tinggal di Desa Meuria Paloh. Beliau memiliki latar belakang sebagai Mantan Ketua DPRK Lhokseumawe periode 2019-2023 dan juga sebagai CEO BSM GROUP.

Tgk. Fizky Zuhri, seorang aktivis thalabah di Lhokseumawe, mengemukakan bahwa sebagai warga negara yang baik, kita seharusnya memberikan respons yang baik terhadap semua calon yang bertarung dalam kontestasi Pilkada. Partisipasi ini merupakan refleksi dari kualitas demokrasi kita.

Namun, lebih lanjut, “masyarakat diharapkan untuk melakukan telaah mendalam terhadap setiap calon yang berkompetisi, mengingat hal ini berkaitan dengan masa depan kemajuan dan kesejahteraan Kota Lhokseumawe,” jelasnya.

Fizky menambahkan bahwa apatis terhadap pengetahuan terhadap calon pemimpin dapat berdampak negatif bagi masyarakat itu sendiri. Selama mengetahui dan mengamati Ismail A. Manaf selama masa jabatannya di legislatif, Fizky melihatnya sebagai individu yang responsif dan sensitif terhadap berbagai isu yang berkembang di Lhokseumawe, khususnya dalam konteks keagamaan.

“Berdasarkan pengalaman dan interaksi pribadi dengan Ismail, serta dedikasinya terhadap isu-isu agama dan kemanusiaan, Fizky yakin bahwa dengan kepemimpinan Ismail, Lhokseumawe memiliki potensi untuk mencapai tingkat kemajuan yang lebih baik di masa depan,” pungkas fizky.

Aktivis Thalabah Berharap Lhokseumawe Bisa Lebih Baik di Tangan Ismail A. Amanaf

Lhokseumawe | Ismail A. Manaf, yang akrab disapa Ismail, adalah tokoh berpengaruh yang berasal dari Lhokseumawe dan bertempat tinggal di Desa Meuria Paloh. Beliau memiliki latar belakang sebagai Mantan Ketua DPRK Lhokseumawe periode 2019-2023 dan juga sebagai CEO BSM GROUP.

Tgk. Fizky Zuhri, seorang aktivis thalabah di Lhokseumawe, mengemukakan bahwa sebagai warga negara yang baik, kita seharusnya memberikan respons yang baik terhadap semua calon yang bertarung dalam kontestasi Pilkada. Partisipasi ini merupakan refleksi dari kualitas demokrasi kita.

Namun, lebih lanjut, “masyarakat diharapkan untuk melakukan telaah mendalam terhadap setiap calon yang berkompetisi, mengingat hal ini berkaitan dengan masa depan kemajuan dan kesejahteraan Kota Lhokseumawe,” jelasnya.

Fizky menambahkan bahwa apatis terhadap pengetahuan terhadap calon pemimpin dapat berdampak negatif bagi masyarakat itu sendiri. Selama mengetahui dan mengamati Ismail A. Manaf selama masa jabatannya di legislatif, Fizky melihatnya sebagai individu yang responsif dan sensitif terhadap berbagai isu yang berkembang di Lhokseumawe, khususnya dalam konteks keagamaan.

“Berdasarkan pengalaman dan interaksi pribadi dengan Ismail, serta dedikasinya terhadap isu-isu agama dan kemanusiaan, Fizky yakin bahwa dengan kepemimpinan Ismail, Lhokseumawe memiliki potensi untuk mencapai tingkat kemajuan yang lebih baik di masa depan,” pungkas fizky.

BACA JUGA