Kontras.net

Desa Pulo Meuria Bentuk Tim Ranger untuk Jaga Hutan Desa 1.428 Hektare

Aceh Utara – Kontras.Net | Desa Pulo Meuria, Kecamatan Geureudong Pase, Kabupaten Aceh Utara, memperkuat langkah pelestarian lingkungan dengan pembentukan Tim Penjaga Hutan Desa (HD) atau Tim Ranger Desa. Sebanyak 15 anggota tim ini secara resmi dibentuk pada Kamis (29/2/2024) lalu.

Tim Ranger ini memiliki misi penting untuk menjaga dan melestarikan Hutan Desa Pulo Meuria seluas 1.428 hektare, yang secara resmi ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (MenLHK) Republik Indonesia, Nomor 8805/MENLHK-PSKL/PKPS/PSL.0/12/2018.

Hutan Desa adalah kawasan hutan negara yang pengelolaannya diberikan kepada desa dan merupakan salah satu skema dari Program Perhutanan Sosial yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan hutan serta mengoptimalkan manfaatnya untuk kesejahteraan desa.

Tim Ranger Desa Pulo Meuria dibentuk dan berada di bawah naungan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Gampong Pulo Meuria. LPHD sendiri telah dibentuk melalui Surat Keputusan (SK) Geuchik Pulo Meuria, dengan fokus pada kegiatan pembibitan, budidaya madu, dan pengawasan terhadap aktivitas illegal di Hutan Desa.

Tugas utama Tim Ranger Pulo Meuria adalah melakukan patroli rutin di kawasan hutan desa untuk mencegah pembalakan liar, perambahan hutan, dan kegiatan ilegal lainnya. Mereka juga bertanggung jawab melaporkan kegiatan ilegal yang mereka temui ke pihak berwenang.

Selain itu, tim ini akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat desa tentang pentingnya menjaga dan melestarikan hutan, serta berperan aktif dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan.

Di samping itu, mereka juga akan melaksanakan kegiatan rehabilitasi hutan, termasuk penanaman pohon.

Sebelum mulai bertugas melakukan patroli, para anggota Tim Ranger Desa Pulo Meuria telah menjalani pelatihan selama empat hari, mulai dari tanggal 26 hingga 29 Februari 2024. Pelatihan tersebut difasilitasi oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bina Rakyat Sejahtera (BYTRA) dengan dukungan dari USAID Sustainable Environmental Governance Across Regions (SEGAR).

Materi pelatihan meliputi penggunaan aplikasi GPS, Avenza Maps, dan SMART Patrol, serta teknik-teknik patroli di hutan, seperti pertolongan pertama (P3K), pembagian tugas tim, dan hal-hal yang perlu diperhatikan saat patroli.

Kepala Desa Pulo Meuria, Hasraruddin, berharap Tim Ranger Desa Pulo Meuria dapat menjalankan tugasnya dengan baik demi menjaga kelestarian Hutan Desa.

“Hutan desa ini adalah aset yang sangat berharga bagi masyarakat Desa Pulo Meuria,” kata Hasraruddin, Senin (4/3/2024).

Sementara itu, Direktur BYTRA, Muhadi, menyampaikan hal senada. Muhadi berharap Tim Ranger akan mampu mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dari pelatihan untuk menjaga hutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat desa dan lingkungan.

“Menjaga hutan sangat penting untuk keberlangsungan kelestarian alam,” tutup Muhadi.

Desa Pulo Meuria Bentuk Tim Ranger untuk Jaga Hutan Desa 1.428 Hektare

Aceh Utara – Kontras.Net | Desa Pulo Meuria, Kecamatan Geureudong Pase, Kabupaten Aceh Utara, memperkuat langkah pelestarian lingkungan dengan pembentukan Tim Penjaga Hutan Desa (HD) atau Tim Ranger Desa. Sebanyak 15 anggota tim ini secara resmi dibentuk pada Kamis (29/2/2024) lalu.

Tim Ranger ini memiliki misi penting untuk menjaga dan melestarikan Hutan Desa Pulo Meuria seluas 1.428 hektare, yang secara resmi ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (MenLHK) Republik Indonesia, Nomor 8805/MENLHK-PSKL/PKPS/PSL.0/12/2018.

Hutan Desa adalah kawasan hutan negara yang pengelolaannya diberikan kepada desa dan merupakan salah satu skema dari Program Perhutanan Sosial yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan hutan serta mengoptimalkan manfaatnya untuk kesejahteraan desa.

Tim Ranger Desa Pulo Meuria dibentuk dan berada di bawah naungan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Gampong Pulo Meuria. LPHD sendiri telah dibentuk melalui Surat Keputusan (SK) Geuchik Pulo Meuria, dengan fokus pada kegiatan pembibitan, budidaya madu, dan pengawasan terhadap aktivitas illegal di Hutan Desa.

Tugas utama Tim Ranger Pulo Meuria adalah melakukan patroli rutin di kawasan hutan desa untuk mencegah pembalakan liar, perambahan hutan, dan kegiatan ilegal lainnya. Mereka juga bertanggung jawab melaporkan kegiatan ilegal yang mereka temui ke pihak berwenang.

Selain itu, tim ini akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat desa tentang pentingnya menjaga dan melestarikan hutan, serta berperan aktif dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan.

Di samping itu, mereka juga akan melaksanakan kegiatan rehabilitasi hutan, termasuk penanaman pohon.

Sebelum mulai bertugas melakukan patroli, para anggota Tim Ranger Desa Pulo Meuria telah menjalani pelatihan selama empat hari, mulai dari tanggal 26 hingga 29 Februari 2024. Pelatihan tersebut difasilitasi oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bina Rakyat Sejahtera (BYTRA) dengan dukungan dari USAID Sustainable Environmental Governance Across Regions (SEGAR).

Materi pelatihan meliputi penggunaan aplikasi GPS, Avenza Maps, dan SMART Patrol, serta teknik-teknik patroli di hutan, seperti pertolongan pertama (P3K), pembagian tugas tim, dan hal-hal yang perlu diperhatikan saat patroli.

Kepala Desa Pulo Meuria, Hasraruddin, berharap Tim Ranger Desa Pulo Meuria dapat menjalankan tugasnya dengan baik demi menjaga kelestarian Hutan Desa.

“Hutan desa ini adalah aset yang sangat berharga bagi masyarakat Desa Pulo Meuria,” kata Hasraruddin, Senin (4/3/2024).

Sementara itu, Direktur BYTRA, Muhadi, menyampaikan hal senada. Muhadi berharap Tim Ranger akan mampu mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dari pelatihan untuk menjaga hutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat desa dan lingkungan.

“Menjaga hutan sangat penting untuk keberlangsungan kelestarian alam,” tutup Muhadi.

BACA JUGA