Kontras.net

Puluhan Mama Muda di Aceh Utara Jadi Korban Investasi Bodong

PULUHAN mamah muda di Kabupaten Aceh Utara diduga menjadi korban penipuan Investasi bodong. Total kerugiannya pun mencapai ratusan juta rupiah. Para korban telah melaporkan pelaku ke Polres Aceh Utara.

Mereka merasa ditipu dengan investasi
usaha jasa pengiriman uang (BSI link) milik wanita berinisial EL yang selama ini beroperasi di Kota Lhoksukon. Rata-rata korban merupakan teman terdekat pelaku.

Informasi yang dihimpun Kontras.net, para korban awalnya diiming-imingi keuntungan bagi hasil 10 persen setiap bulannya sesuai jumlah dana yang telah di investasi para korban dalam bentuk pinjaman, dengan perjanjian dikembalikan modal utuh kepada pemiliknya.

Namun belakangan, pembayaran bagi hasil yang dijanjikan tak kunjung didapatkan oleh para korban, bahkan dikabarkan usaha jasa pengiriman uang (BSI link) milik EL tidak lagi beroperasi dalam sepekan terakhir.

Dari pengakuan sejumlah korban, uang yang diinvestasikan kepada EL ada yang merupakan hasil pinjaman Bank, Gadai Emas dan dari lessing dengan jaminan BPKB  sepeda motor. Dikarenakan investasi bodong tersebut mereka terpaksa harus menanggung sendiri setiap bulannya atas pinjaman mereka.

Salah satu korban, Intan syuhada (27), Jum’at (15/9), kepada wartawan mengaku sudah melaporkan EL ke Polres Aceh Utara
atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan. Karena dirinya dan keluarga mengalami kerugian puluhan juta rupiah akibat ulah EL.

“Awalnya saya tidak menyangka, karena pelaku adalah teman dekat dan berhubungan baik dengan keluarga saya. karena itulah saya percaya, korban kemungkinan lebih banyak lagi, karena tidak saling tahu ketika melakukan transaksi dengan pelaku,” ungkap Intan.

Dengan itu, Intan dan sejumlah korban lainnya, berharap kepada pihak kepolisan semoga kasus ini segera ditangani dan pelaku  agar ditetapkan tersangka, jika lambat penanganan, mereka mengkhawatirkan pelaku akan kabur melarikan diri lebih jauh.

Kasatreskrim Polres Aceh Aceh Utara, AKP Agus Riwayanto Diputra, sat dikonfirmasi perihal tersebut mengaku kasus tersebut sedang dalam diproses.

“Masih pengumpulan data ya bang,” ujarnya singkat

Hingga berita ini masuk ke Meja Redaksi Kontras.net, terduga pelaku Investasi bodong berinisial EL belum bisa dihubungi.

Puluhan Mama Muda di Aceh Utara Jadi Korban Investasi Bodong

PULUHAN mamah muda di Kabupaten Aceh Utara diduga menjadi korban penipuan Investasi bodong. Total kerugiannya pun mencapai ratusan juta rupiah. Para korban telah melaporkan pelaku ke Polres Aceh Utara.

Mereka merasa ditipu dengan investasi
usaha jasa pengiriman uang (BSI link) milik wanita berinisial EL yang selama ini beroperasi di Kota Lhoksukon. Rata-rata korban merupakan teman terdekat pelaku.

Informasi yang dihimpun Kontras.net, para korban awalnya diiming-imingi keuntungan bagi hasil 10 persen setiap bulannya sesuai jumlah dana yang telah di investasi para korban dalam bentuk pinjaman, dengan perjanjian dikembalikan modal utuh kepada pemiliknya.

Namun belakangan, pembayaran bagi hasil yang dijanjikan tak kunjung didapatkan oleh para korban, bahkan dikabarkan usaha jasa pengiriman uang (BSI link) milik EL tidak lagi beroperasi dalam sepekan terakhir.

Dari pengakuan sejumlah korban, uang yang diinvestasikan kepada EL ada yang merupakan hasil pinjaman Bank, Gadai Emas dan dari lessing dengan jaminan BPKB  sepeda motor. Dikarenakan investasi bodong tersebut mereka terpaksa harus menanggung sendiri setiap bulannya atas pinjaman mereka.

Salah satu korban, Intan syuhada (27), Jum’at (15/9), kepada wartawan mengaku sudah melaporkan EL ke Polres Aceh Utara
atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan. Karena dirinya dan keluarga mengalami kerugian puluhan juta rupiah akibat ulah EL.

“Awalnya saya tidak menyangka, karena pelaku adalah teman dekat dan berhubungan baik dengan keluarga saya. karena itulah saya percaya, korban kemungkinan lebih banyak lagi, karena tidak saling tahu ketika melakukan transaksi dengan pelaku,” ungkap Intan.

Dengan itu, Intan dan sejumlah korban lainnya, berharap kepada pihak kepolisan semoga kasus ini segera ditangani dan pelaku  agar ditetapkan tersangka, jika lambat penanganan, mereka mengkhawatirkan pelaku akan kabur melarikan diri lebih jauh.

Kasatreskrim Polres Aceh Aceh Utara, AKP Agus Riwayanto Diputra, sat dikonfirmasi perihal tersebut mengaku kasus tersebut sedang dalam diproses.

“Masih pengumpulan data ya bang,” ujarnya singkat

Hingga berita ini masuk ke Meja Redaksi Kontras.net, terduga pelaku Investasi bodong berinisial EL belum bisa dihubungi.

BACA JUGA