Kontras.net

Imam Masykur Tewas di Tangan Oknum TNI, JASA Kembali Ungkit Catatan Buruk TNI di Aceh


Banda Aceh –  Dewan Pimpinan Pusat Jaringan Aneuk Syuhada Aceh ( JASA ), menyampaikan duka yang sangat dalam atas meninggalnya Imam Masykur, pemuda Aceh yang menjadi korban penculikan dan penganiayaan Oknum Paspampres di jakarta.

Ketua Jaringan Aneuk Syuhada Aceh, Bukhari S.E mengatakan aksi penculikan dan penganiayaan yang di lakukan oleh oknum TNI tersebut telah mencoreng nama baik Institusi TNI dan membuat trauma masyarakat.

Menurut Bukhari, Institusi TNI mempunyai catatan buruk di benak masyarakat Aceh akibat kekerasan yang dilakukan di masa lalu. Dan hari ini masyarakat Aceh kembali di hadapkan pada kasus ini.

Bukhari menilai, kasus ini adalah sederet peristiwa kegagalan institusi TNI dalam mendisiplinkan anggotanya. “maka penting bagi pihak TNI untuk bekerja sama untuk mengusut tuntas kasus ini demi citra baik institusi TNI itu sendiri”. Ujarnya

Dan juga besar kemungkinan kasus ini menjadi tindakan pelanggaran HAM mengingat pelakunya berasal dari Institusi alat negara.

Maka kita berharap semua pihak bekerja untuk mengusut kasus ini sampai tuntas. Supaya bisa memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya, dan juga hukuman yang setimpal dan memberikan efek jera bagi si pelaku supaya kasus yang serupa tidak terjadi lagi kedepannya.

Imam Masykur Tewas di Tangan Oknum TNI, JASA Kembali Ungkit Catatan Buruk TNI di Aceh


Banda Aceh –  Dewan Pimpinan Pusat Jaringan Aneuk Syuhada Aceh ( JASA ), menyampaikan duka yang sangat dalam atas meninggalnya Imam Masykur, pemuda Aceh yang menjadi korban penculikan dan penganiayaan Oknum Paspampres di jakarta.

Ketua Jaringan Aneuk Syuhada Aceh, Bukhari S.E mengatakan aksi penculikan dan penganiayaan yang di lakukan oleh oknum TNI tersebut telah mencoreng nama baik Institusi TNI dan membuat trauma masyarakat.

Menurut Bukhari, Institusi TNI mempunyai catatan buruk di benak masyarakat Aceh akibat kekerasan yang dilakukan di masa lalu. Dan hari ini masyarakat Aceh kembali di hadapkan pada kasus ini.

Bukhari menilai, kasus ini adalah sederet peristiwa kegagalan institusi TNI dalam mendisiplinkan anggotanya. “maka penting bagi pihak TNI untuk bekerja sama untuk mengusut tuntas kasus ini demi citra baik institusi TNI itu sendiri”. Ujarnya

Dan juga besar kemungkinan kasus ini menjadi tindakan pelanggaran HAM mengingat pelakunya berasal dari Institusi alat negara.

Maka kita berharap semua pihak bekerja untuk mengusut kasus ini sampai tuntas. Supaya bisa memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya, dan juga hukuman yang setimpal dan memberikan efek jera bagi si pelaku supaya kasus yang serupa tidak terjadi lagi kedepannya.

BACA JUGA