Kontras.net

Geger, Aktivis PMII Siram Muka Pejabat dengan Air Doa

Kontras.net – Aktivis siram pejabat di Kediri viral di media sosial. Aktivis dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kediri tersebut melakukan aksinya saat menuntut ganti rugi belasan rumah warga Perumahan Persada Sayang yang akan digusur.

Dari video yang diunggah akun @fajar99channel, Saiful Amin yang tengah menyampaikan tuntutan warga. Ia lalu membacakan doa dan massa aksi mengiringinya dengan membaca Al Fatihah.

Baca juga: Sang Ayah Meninggal, Mahasiswa Ini Tegar Hadiri Wisuda Bikin Haru

Setelah pembacaan Al Fatihah selesai, Saiful langsung saja menyiramkan air doa tersebut ke pejabat yang ada di depannya itu tanpa rasa takut.  

Aksi Aktivis Siram Pejabat Pakai Air Doa
Usut punya usut, kawasan Perumahan Persada Sayang adalah milik PU Bina Marga. Namun warga sudah bertahun-tahun menghuninya.

Lambat laun aset itu dialihkan kepemilikannya kepada Dinas Kesehatan Jatim untuk perluasan Rumah Sakit Daha Husada.

Kemudian, masalah penggusuran Perumahan Persada Sayang ini masih dalam proses hukum hingga tanggal 7 Juni 2023. 

Tapi, pemerintah setempat tetap memaksa warga untuk mengosongkan kawasan perumahan pada tanggal 5 lalu. Namun, tidak ada keterangan pemerintah untuk ganti rugi.

Hal itulah yang membuat warga serta para aktivis geram dengan aksi diam pemerintah hingga memutuskan untuk turun menuntut hak ganti rugi.

Sebagaimana video yang beredar, seorang aktivis siram pejabat pakai air doa tersebut karena merasa geram dengan aksi bungkam dari pemerintah. Apalagi pemerintah tega menggusur belasan rumah warga tanpa adanya ganti rugi.

Saiful Amin, aktivis yang menyiram pejabat itu berharap setelah tersiram air doa, mereka tersadar dengan membuka hati nuraninya memberikan keadilan untuk keadilan masyarakat.

Tak hanya menyiramkan ke pejabat, Saiful Amin juga tampak di video lain menyiramkan air ke massa aksi dua kali. Hal itu agar berimbang, bahkan lebih banyak massa aksi yang kena siramannya.

Semakin geram, ketika aktivis menanyakan kepastian dari para aparat pemerintah yang datang. Mereka malah seperti patung yang diam dan bungkam seribu bahasa tanpa memberi penjelasan.

“Kami tidak berharap hati yang terbuka, bicara saja, kasih keterangan pada masyarakat, keterangan pak! Jangan diam saja,” lantang aktivis itu.

Aksi siram pejabat itu tentu menarik perhatian dari warganet. Banyak yang memuji atas keberanian Saeful Amin demi menegakkan keadilan.

“Aku menyebutnya tampan dan pemberani, Indonesia butuh orang sepertimu,” tulis komentar salah satu warganet.

“Semua terdiam ketika ada orang yg beraninya full” komentar.

Kebungkaman tanpa keterangan yang jelas dari Pemprov Kediri Jawa Timur mengenai penggusuran rumah warga tanpa ganti rugi membuat aktivis geram hingga menyiram pejabat di depannya dengan air doa agar tersadar.

Sumber : Harapanrakyat.com

Tags: Aceh

Geger, Aktivis PMII Siram Muka Pejabat dengan Air Doa

Kontras.net – Aktivis siram pejabat di Kediri viral di media sosial. Aktivis dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kediri tersebut melakukan aksinya saat menuntut ganti rugi belasan rumah warga Perumahan Persada Sayang yang akan digusur.

Dari video yang diunggah akun @fajar99channel, Saiful Amin yang tengah menyampaikan tuntutan warga. Ia lalu membacakan doa dan massa aksi mengiringinya dengan membaca Al Fatihah.

Baca juga: Sang Ayah Meninggal, Mahasiswa Ini Tegar Hadiri Wisuda Bikin Haru

Setelah pembacaan Al Fatihah selesai, Saiful langsung saja menyiramkan air doa tersebut ke pejabat yang ada di depannya itu tanpa rasa takut.  

Aksi Aktivis Siram Pejabat Pakai Air Doa
Usut punya usut, kawasan Perumahan Persada Sayang adalah milik PU Bina Marga. Namun warga sudah bertahun-tahun menghuninya.

Lambat laun aset itu dialihkan kepemilikannya kepada Dinas Kesehatan Jatim untuk perluasan Rumah Sakit Daha Husada.

Kemudian, masalah penggusuran Perumahan Persada Sayang ini masih dalam proses hukum hingga tanggal 7 Juni 2023. 

Tapi, pemerintah setempat tetap memaksa warga untuk mengosongkan kawasan perumahan pada tanggal 5 lalu. Namun, tidak ada keterangan pemerintah untuk ganti rugi.

Hal itulah yang membuat warga serta para aktivis geram dengan aksi diam pemerintah hingga memutuskan untuk turun menuntut hak ganti rugi.

Sebagaimana video yang beredar, seorang aktivis siram pejabat pakai air doa tersebut karena merasa geram dengan aksi bungkam dari pemerintah. Apalagi pemerintah tega menggusur belasan rumah warga tanpa adanya ganti rugi.

Saiful Amin, aktivis yang menyiram pejabat itu berharap setelah tersiram air doa, mereka tersadar dengan membuka hati nuraninya memberikan keadilan untuk keadilan masyarakat.

Tak hanya menyiramkan ke pejabat, Saiful Amin juga tampak di video lain menyiramkan air ke massa aksi dua kali. Hal itu agar berimbang, bahkan lebih banyak massa aksi yang kena siramannya.

Semakin geram, ketika aktivis menanyakan kepastian dari para aparat pemerintah yang datang. Mereka malah seperti patung yang diam dan bungkam seribu bahasa tanpa memberi penjelasan.

“Kami tidak berharap hati yang terbuka, bicara saja, kasih keterangan pada masyarakat, keterangan pak! Jangan diam saja,” lantang aktivis itu.

Aksi siram pejabat itu tentu menarik perhatian dari warganet. Banyak yang memuji atas keberanian Saeful Amin demi menegakkan keadilan.

“Aku menyebutnya tampan dan pemberani, Indonesia butuh orang sepertimu,” tulis komentar salah satu warganet.

“Semua terdiam ketika ada orang yg beraninya full” komentar.

Kebungkaman tanpa keterangan yang jelas dari Pemprov Kediri Jawa Timur mengenai penggusuran rumah warga tanpa ganti rugi membuat aktivis geram hingga menyiram pejabat di depannya dengan air doa agar tersadar.

Sumber : Harapanrakyat.com

Tags: Aceh

BACA JUGA