Kontras.net

Larang Takbir Keliling, Pj Wali Kota Lhokseumawe Dituding Merusak Kearifan Lokal

Lhokseumawe – Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah jaringan Aneuk Syuhada Aceh ( DPW JASA ) Kota Lhokseumawe, Aiyub Saputra menilai bahwa kebijakan Pj Walikota Lhokseumawe yang meniadakan takbir keliling telah merusak kearifan lokal Aceh. Kamis ( 20/4/2023 ).

Menurut Aiyub, Alasan Pj Walikota yang meniadakan takbir keliling karena tidak boleh ada peristiwa yang menonjol”, ini adalah alasan yang egois dari seorang pemimpin, Pj walikota tidak mampu memberikan alasan yang substantif kenapa takbir keliling ditiadakan di Lhokseumawe.

Padahal Takbir keliling adalah sebagai bentuk ruh semangat kebersamaan seluruh lapisan masyarakat Lhokseumawe menyambut idul fitri, tapi sayang karena dilenyapkan oleh Pj Walikota.

Aiyub Mengatakan bahwa takbir keliling itu adalah bagian dari budaya orang Aceh, maka jika ditiadakan berarti ini termasuk bagian dari upaya untuk menghilangkan kearifan lokal kita.

Setiap wilayah memiliki kearifan lokal masing-masing, termasuk Aceh. Kearifan lokal itulah yang menjadikan setiap wilayah itu unik, sayangnya kearifan lokal kita saat ini banyak yang sudah tergerus oleh zaman.

Jadi alih-alih Pj walikota Lhokseumawe mempertahankan budaya kita yang sudah kita warisi dari nenek moyang ini, tapi beliau malah meniadakannya, maka kebijakan ini sangat kita sesalkan.

Jadi dalam hal ini perlu kita ingatkan kepada bapak Pj Walikota supaya tidak asal mengeluarkan kebijakan, karna kita khawatir nantinya merusak kearifan lokal masyarakat kita, maka setiap kebijakan itu perlu diperhatikan apa manfaat dan mudharatnya. Tutup tokoh pemuda kota lhokseumawe itu.

Larang Takbir Keliling, Pj Wali Kota Lhokseumawe Dituding Merusak Kearifan Lokal

Lhokseumawe – Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah jaringan Aneuk Syuhada Aceh ( DPW JASA ) Kota Lhokseumawe, Aiyub Saputra menilai bahwa kebijakan Pj Walikota Lhokseumawe yang meniadakan takbir keliling telah merusak kearifan lokal Aceh. Kamis ( 20/4/2023 ).

Menurut Aiyub, Alasan Pj Walikota yang meniadakan takbir keliling karena tidak boleh ada peristiwa yang menonjol”, ini adalah alasan yang egois dari seorang pemimpin, Pj walikota tidak mampu memberikan alasan yang substantif kenapa takbir keliling ditiadakan di Lhokseumawe.

Padahal Takbir keliling adalah sebagai bentuk ruh semangat kebersamaan seluruh lapisan masyarakat Lhokseumawe menyambut idul fitri, tapi sayang karena dilenyapkan oleh Pj Walikota.

Aiyub Mengatakan bahwa takbir keliling itu adalah bagian dari budaya orang Aceh, maka jika ditiadakan berarti ini termasuk bagian dari upaya untuk menghilangkan kearifan lokal kita.

Setiap wilayah memiliki kearifan lokal masing-masing, termasuk Aceh. Kearifan lokal itulah yang menjadikan setiap wilayah itu unik, sayangnya kearifan lokal kita saat ini banyak yang sudah tergerus oleh zaman.

Jadi alih-alih Pj walikota Lhokseumawe mempertahankan budaya kita yang sudah kita warisi dari nenek moyang ini, tapi beliau malah meniadakannya, maka kebijakan ini sangat kita sesalkan.

Jadi dalam hal ini perlu kita ingatkan kepada bapak Pj Walikota supaya tidak asal mengeluarkan kebijakan, karna kita khawatir nantinya merusak kearifan lokal masyarakat kita, maka setiap kebijakan itu perlu diperhatikan apa manfaat dan mudharatnya. Tutup tokoh pemuda kota lhokseumawe itu.

BACA JUGA