Kontras.net

Bantahan Syahbandar Simeulue Dinilai Pembohong Publik

Kontras.net, Simeulue- Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Simeulue menilai bantahan atau pejelasan pihak Syabandar terkait  dugaan manipulasi data penumpang yang dilakukan pihak Aceh Hebat 1 adalah pembohongan publik.

Diketahui berita diterbitkan mataaceh.com dengan judul ” Otak Atik Otak Otak, “Arus Balek Mudik” Diaceh Hebat 1″, viral dimedia sosial, sehingga dapat bantahan langsung dari pihak Syahbandar pelabuhan Simeulue. Namun sangat disayangkan bantahan tersebut dinilai tidak falid. Pasalnya dalam bantahan yang terbit di sejumlah media online terjadi pembohongan publik.

Hal tersebut membuat Ketua GMBI Distrik Simeulue angkat bicara,  Sarwadi kepada kontaras.net mengatakan sangat menyayangkan bantahan dari pihak Syahbandar simelue tersebut.

“Kita sangat menyayangkan bantahan pihak Syahbandar yang di muat di media lain itu, seharunya jika ingin klarifikasi, kenapa tidak langsung ke media Mataaceh.com yang menerbitkan berita sebelumnya. Ini menuai tanda tanya besar,”ucap Ketua GMBI semelue itu.

Sarwadi juga mengatakan menyangkan sikap pihak media yang terbitkan bantahan pihak Syabandar yang dinilai terdapat narasi menyudutka pewarta mataaceh.com.

“jangan menjadi pahlawan kesiangan dan atau kami menduga karena tergiur si daun merah dan Kari Kambing. Wartawan itu satu pena, menjadi agen control sosial untuk kehidupan masyarakat, Pengawal kebijakan publik. maka kami ingatkan kepada rekan-rekan media jangan mencari-cari muka,” timpal Sarwadi.

Sarwadi juga menambahkan, bahwa bantahan pihak Syahbandar yang dimuat oleh media 1Kabar.com dan mediabrigadeanakserdadunews.com  jelas tidak falid, karena dalam berita tersebut menyebutkan bahwa pihak mataaceh.com tidak melakukan konfirmasi, padahal mataaceh.com selalu mengedepankan cover both side.

“Wartawan mataaceh.com telah melakukan konfirmasi ke semua pihak yang ada dalam pemberitaan tersebut, bahkan ada buktinya. Jangan baru jadi penulis dua hari, seolah-olah lebih wartawan dari wartawan itu sendiri. Ini akibatnya jika baru jadi wartawan ya merasa lebih dari wartawan. Wartawan itu mengumpulkan bukti-bukti yang akurat kemudian baru mempublikasikan bukan hanya konfirmasi dan terima rilis saja,” kata Sarwadi.

Sebelumnya, media mataaceh.com membuat berita yang berjudul “Otak Atik Otak Otak, “Arus Balek Mudik” Diaceh Hebat 1 edisi, Sabtu 14 Mai 2022.

Bantahan Syahbandar Simeulue Dinilai Pembohong Publik

Kontras.net, Simeulue- Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Simeulue menilai bantahan atau pejelasan pihak Syabandar terkait  dugaan manipulasi data penumpang yang dilakukan pihak Aceh Hebat 1 adalah pembohongan publik.

Diketahui berita diterbitkan mataaceh.com dengan judul ” Otak Atik Otak Otak, “Arus Balek Mudik” Diaceh Hebat 1″, viral dimedia sosial, sehingga dapat bantahan langsung dari pihak Syahbandar pelabuhan Simeulue. Namun sangat disayangkan bantahan tersebut dinilai tidak falid. Pasalnya dalam bantahan yang terbit di sejumlah media online terjadi pembohongan publik.

Hal tersebut membuat Ketua GMBI Distrik Simeulue angkat bicara,  Sarwadi kepada kontaras.net mengatakan sangat menyayangkan bantahan dari pihak Syahbandar simelue tersebut.

“Kita sangat menyayangkan bantahan pihak Syahbandar yang di muat di media lain itu, seharunya jika ingin klarifikasi, kenapa tidak langsung ke media Mataaceh.com yang menerbitkan berita sebelumnya. Ini menuai tanda tanya besar,”ucap Ketua GMBI semelue itu.

Sarwadi juga mengatakan menyangkan sikap pihak media yang terbitkan bantahan pihak Syabandar yang dinilai terdapat narasi menyudutka pewarta mataaceh.com.

“jangan menjadi pahlawan kesiangan dan atau kami menduga karena tergiur si daun merah dan Kari Kambing. Wartawan itu satu pena, menjadi agen control sosial untuk kehidupan masyarakat, Pengawal kebijakan publik. maka kami ingatkan kepada rekan-rekan media jangan mencari-cari muka,” timpal Sarwadi.

Sarwadi juga menambahkan, bahwa bantahan pihak Syahbandar yang dimuat oleh media 1Kabar.com dan mediabrigadeanakserdadunews.com  jelas tidak falid, karena dalam berita tersebut menyebutkan bahwa pihak mataaceh.com tidak melakukan konfirmasi, padahal mataaceh.com selalu mengedepankan cover both side.

“Wartawan mataaceh.com telah melakukan konfirmasi ke semua pihak yang ada dalam pemberitaan tersebut, bahkan ada buktinya. Jangan baru jadi penulis dua hari, seolah-olah lebih wartawan dari wartawan itu sendiri. Ini akibatnya jika baru jadi wartawan ya merasa lebih dari wartawan. Wartawan itu mengumpulkan bukti-bukti yang akurat kemudian baru mempublikasikan bukan hanya konfirmasi dan terima rilis saja,” kata Sarwadi.

Sebelumnya, media mataaceh.com membuat berita yang berjudul “Otak Atik Otak Otak, “Arus Balek Mudik” Diaceh Hebat 1 edisi, Sabtu 14 Mai 2022.

BACA JUGA