Kontras.net

PMII Aceh Gelar Tasyakuran Harlah Ke-62, “Transformasi merawat Peradaban”

Banda Aceh | Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ke – 65 Tahun pada (23/04) dengan mengusung tema “Transformasi merawat Peradaban” Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Balai Diklat Kegamaan (BDK) Aceh ini dihadiri oleh Muhammad Fuad Alfarisi Majelis Pembina Nasional PB PMII Asal Aceh, Tarmizi MABINDA PKC PMII Aceh, Tgk. Abdullah Basyah, sesepuh PMII Aceh era 80-an, Azwar A. Abu Bakar Ketua PW GP Ansor Aceh, Zulfikar MABINCAB PMII Banda Aceh.

Ketua KIP Aceh yang juga alumni PMII Samsul Bahri, BPH Pengurus PKC PMII Aceh 2018-2020, Isnadi Ketua IKA PMII Banda Aceh, Undangan Cipayung Plus Aceh, para Alumni dan kader PMII se-Aceh yang berasal dari Cabang Banda Aceh, Aceh Tenggara, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Lhokseumawe dan Bener Meriah.

Dalam sambutannya, mewakili Ketua PKC PMII Aceh, Reza Rizki menyatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan kegiatan pertama kepengurusan 2021-2023 diharapkan menjadi momentum silaturrahim dan refleksi gerakan ke-PMII-an di Aceh.

“PMII sebagai organisasi Mahasiswa berlandaskan Ahlussunnah Wal Jama’ah An-nadliyah serta ber-DNA Pancasila juga harus bisa menjadi lokomotif gerakan Mahasiswa yang progresif dan partisipatif, maka PMII dalam amaliyah, fikrah dan harakahnya harus bisa menjadi penyejuk dan penengah dan tidak memberi panggung kepada golongan pemecah belah,” Ungkap Reza, “ tidak ada alasan bagi generasi hari ini terutama yang masih aktif di struktural PMII mulai dari tingkatan Pengurus Rayon hingga pengurus Besar untuk tidak berjuang” Tegas Demisioner Ketua PMII Lhokseumawe ini.

Sementara itu, Abdullah Basyah menegaskan bahwa PMII harus terus berkembang dan menjadi warna di Republik ini khususnya Aceh, PMII dengan kader-kader terbaiknya harus mampu membawa perubahan dengan skill dan kemampuan yang berkharakter hingga nantinya akan bisa mengisi sektor-sektor yang ada, seperti menjadi Eksekutif, Legislatif, Yudikatif, jurnalistik, akademisi, kesehatan dan stakeholder lainnya

Begitu juga Tarmizi, dia menyarankan bahwa Pengurus PMII dan Alumni harus mendorong terbentuknya Cabang IKA-PMII disetiap Kabupaten/Kota yang ada di Aceh agar bisa mengakomodir dan mendata para kader dan Alumni PMII , hingga kedepannya kita mudah berkoordinasi di setiap kegiatan PMII.

PMII Aceh Gelar Tasyakuran Harlah Ke-62, “Transformasi merawat Peradaban”

Banda Aceh | Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ke – 65 Tahun pada (23/04) dengan mengusung tema “Transformasi merawat Peradaban” Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Balai Diklat Kegamaan (BDK) Aceh ini dihadiri oleh Muhammad Fuad Alfarisi Majelis Pembina Nasional PB PMII Asal Aceh, Tarmizi MABINDA PKC PMII Aceh, Tgk. Abdullah Basyah, sesepuh PMII Aceh era 80-an, Azwar A. Abu Bakar Ketua PW GP Ansor Aceh, Zulfikar MABINCAB PMII Banda Aceh.

Ketua KIP Aceh yang juga alumni PMII Samsul Bahri, BPH Pengurus PKC PMII Aceh 2018-2020, Isnadi Ketua IKA PMII Banda Aceh, Undangan Cipayung Plus Aceh, para Alumni dan kader PMII se-Aceh yang berasal dari Cabang Banda Aceh, Aceh Tenggara, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Lhokseumawe dan Bener Meriah.

Dalam sambutannya, mewakili Ketua PKC PMII Aceh, Reza Rizki menyatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan kegiatan pertama kepengurusan 2021-2023 diharapkan menjadi momentum silaturrahim dan refleksi gerakan ke-PMII-an di Aceh.

“PMII sebagai organisasi Mahasiswa berlandaskan Ahlussunnah Wal Jama’ah An-nadliyah serta ber-DNA Pancasila juga harus bisa menjadi lokomotif gerakan Mahasiswa yang progresif dan partisipatif, maka PMII dalam amaliyah, fikrah dan harakahnya harus bisa menjadi penyejuk dan penengah dan tidak memberi panggung kepada golongan pemecah belah,” Ungkap Reza, “ tidak ada alasan bagi generasi hari ini terutama yang masih aktif di struktural PMII mulai dari tingkatan Pengurus Rayon hingga pengurus Besar untuk tidak berjuang” Tegas Demisioner Ketua PMII Lhokseumawe ini.

Sementara itu, Abdullah Basyah menegaskan bahwa PMII harus terus berkembang dan menjadi warna di Republik ini khususnya Aceh, PMII dengan kader-kader terbaiknya harus mampu membawa perubahan dengan skill dan kemampuan yang berkharakter hingga nantinya akan bisa mengisi sektor-sektor yang ada, seperti menjadi Eksekutif, Legislatif, Yudikatif, jurnalistik, akademisi, kesehatan dan stakeholder lainnya

Begitu juga Tarmizi, dia menyarankan bahwa Pengurus PMII dan Alumni harus mendorong terbentuknya Cabang IKA-PMII disetiap Kabupaten/Kota yang ada di Aceh agar bisa mengakomodir dan mendata para kader dan Alumni PMII , hingga kedepannya kita mudah berkoordinasi di setiap kegiatan PMII.

BACA JUGA